Selasa, 20 Desember 2016

Kleptomania Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Kleptomania Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Kleptomania Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Kleptomania Menurut Ilmu Kedokteran – Mungkin sebagian dari anda sudah pernah mendengar mengenai kleptomania. Kleptomania merupakan sebuah gangguan kendali impulsif yang membuat penderitanya tak dapat menahan dirinya untuk mencuri.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/kleptomania-definisi-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-penanganan-kleptomania-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Kleptomania Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Kleptomania Menurut Ilmu Kedokteran
Lalu apakah yang bisa menyebabkan seseorang menjadi kleptomania? Bagaimana ciri-ciri kleptomania? Dan bisakah kleptomania disembuhkan? Pada kesempatan ini kami akan mencoba membahas pertanyaan-pertanyaan tersebut dalam ulasan kali ini.

Kleptomania Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Kleptomania Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Kleptomania adalah kondisi yang masuk dalam kelompok gangguan pada kendali impulsif, yaitu saat penderita tak bisa menahan diri untuk mencuri. Penderita kleptomania sebagian besar adalah perempuan.

Biasanya kleptomania mulai terbentuk saat masa remaja ataupun saat memasuki usia dewasa. Penderita kleptomania sering melakukan aksinya di tempat-tempat umum, seperti di toko, supermarket, atau warung. Sebagian lagi ada yang mengutil di rumah teman.

Kondisi kleptomania berbeda sekali dengan pencurian biasa dimana rencana serta motif mencari keuntungan terdapat di dalamnya. Untuk kasus kleptomania, pengutilan biasanya dilakukan tanpa ada niat serta didasari oleh dorongan-dorongan psikologis secara spontan. Barang- yang dicuri penderita kleptomania biasanya sepele dan tak punya nilai tinggi (murah).

Sebenarnya mereka pun dapat membeli barang-barang yang dicuri. Di samping itu, penderita kleptomania tak pernah memakai barang-barang hasil curiannya. Sebagian ada yang di koleksi serta ada juga yang diberikan kepada orang atau teman terdekat mereka. Dan bahkan ada sebagian penderita kleptomania yang mengembalikan lagi barang curiannya ke tempat semula.

Ketika melakukan pengutilan, penderita kleptomania mengalami perasaan yang bermacam-macam. Sebagian ada yang merasa tegang dan ada yang merasa senang. Lalu perasaan menikmati serta puas saat mereka berhasil mencuri atau mengambil barang yang tiba-tiba diinginkannya.

Sesudah puas mengambil barang, bisa timbul rasa malu serta bersalah pada diri sendiri. Sebagian bahkan ada yang takut terhadap konsekuensi yang dapat ditimbulkan dari tindakannya yang tergolong kriminal. Meski begitu, dorongan mencuri dapat muncul lagi di lain waktu lalu penderita mengulangi perbuatannya lagi.

Penyebab
Belum diketahui pasti penyebab kleptomania. Kondisi ini diperkirakan bisa terbentuk akibat adanya perubahan-perubahan komposisi kimia yang ada dalam otak ataupun hasil gabungan perubahan dalam otak. Misalnya, munculnya perilaku impulsif (yang salah satunya kleptomania) akibat menurunnya kadar hormon serotonin (hormon yang tugasnya mengatur emosi).

Perilaku-perilaku impulsif ini mungkin terkait dengan ketidakseimbangan pada sistem opioid otak yang membuat keinginan untuk mencuri tak bisa ditahan. Di samping itu, diperkirakan ada hubungannya dengan gangguan adiksi yang mana terjadi pelepasan dopamin sehingga membuat pelaku merasa senang atau puas atas perbuatannya serta cenderung untuk ketagihan.

Seseorang yang punya riwayat penyakit psikologis seperti gangguan kepribadian, gangguan kecemasan, dan gangguan bipolar diperkirakan rentan mengalami kleptomania. Dan risiko menderita kleptomania akan meningkat untuk mereka yang pernah cedera di kepala serta punya keluarga dekat kleptomania.

Diagnosis
Dalam mendiagnosis kleptomania, maka dokter akan menarik sebuah kesimpulan berdasarkan dari keterangan yang disampaikan secara langsung oleh pasien ataupun lewat kuesioner yang harus di isi. Seseorang dapat dinyatakan positif kleptomania jika tak dapat menahan dorongan untuk mengutil atau mencuri barang-barang yang sebetulnya tak memiliki nilai ekonomi ataupun tidak untuk dipakai dan ditunjang oleh perasaan senang ataupun puas saat melakukannya.

Tak hanya itu, tindakan-tindakan yang mereka lakukan bukan didasari oleh rasa marah atau halusinasi. Oleh karena itu penting sekali bagi dokter untuk  dapat memastikan bahwa tindakan-tindakan pasien tak terkait dengan kondisi-kondisi lain selain kleptomania, contohnya gangguan bipolar atau gangguan kepribadian antisosial.

Dokter mungkin juga akan melakukan pemeriksaan secara fisik. Hal ini untuk memastikan mengenai ada tidaknya penyakit-penyakit medis yang mendasari gejala-gejala serta tanda yang muncul di diri pasien.

Pengobatan
Kleptomania biasanya ditangani lewat terapi psikologi oleh seorang ahli terkait dan dikombinasikan dengan obat. Akan tetapi yang lebih penting yaitu dalam pengobatan kondisi seperti ini yaitu keinginan kuat pasien sendiri untuk sembuh serta ketersediaan-nya mengikuti setiap saran dari dokter.

Jika pasien berusaha kuat dalam melawan dorongan yang muncul dari dalam dirinya, maka bukan hal mustahil kleptomania dapat dihilangkan serta tidak kambuh lagi. Di samping itu dukungan dan juga semangat yang diberikan oleh orang-orang terdekat terhadap sembuhnya pasien sangat besar perannya.

Adapun jenis terapi yang biasanya diterapkan pada pengobatan atau penanganan kleptomania yaitu terapi perilaku kognitif.  Dengan menggunakan metode ini, biasanya pasien akan diberikan gambaran-gambaran mengenai perbuatan yang telah dia lakukan dan juga akibat yang dapat diterima akibat perbuatannya, contohnya berurusan dengan pihak-pihak yang berwajib.

Lewat gambaran tersebut, maka pasien diharapkan dapat menilai secara objektif serta dapat menyadari bahwa pencurian-pencurian yang dia lakukan adalah tindakan salah. Di samping gambaran diri, pasien akan diajarkan untuk mengendalikan atau melawan keinginan kuatnya untuk mencuri, contohnya dengan menggunakan teknik relaksasi.

Adapun untuk obat-obatan, biasanya yang diresepkan oleh dokter yaitu SSRI atau selective serotonin reuptake inhibitor. Dokter mungkin juga akan memberikan obat-obatan opioid antagonist. Seperti terapi kognitif, tujuan pemberian obat ini adalah untuk menurunkan dorongan serta rasa senang yang muncul dari diri seorang penderita kleptomania untuk melakukan pencurian.

Tak menutup kemungkinan dokter memberi obat lain. Contoh, bilamana dokter curiga bahwa kleptomania yang terjadi dipicu oleh gangguan psikologis yang lainnya, misalnya Obsessive-Compulsive Disorder atau depresi.

Itulah informasi dari kami terkait tentang Kleptomania Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan serta Penanganan Kleptomania Menurut Ilmu Kedokteran, semoga menambah wawasan anda.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai