Minggu, 18 Desember 2016

Lupus Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Lupus Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Lupus Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Lupus Menurut Ilmu Kedokteran - Sudah tahukah anda mengenai lupus? Lupus di sini adalah nama sebuah penyakit. Penderita lupus yang ada di dunia diyakini mencapai sebanyak 5 juta jiwa. Lupus kebanyakan menyerang wanita usia 15-50 tahun (masa produktif). Namun tak menutup kemungkinan lupus menyerang anak-anak serta pria.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/lupus-definisi-gejala-penyebab-dan-pengobatan-serta-penanganan-penyakit-lupus-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Lupus Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Lupus Menurut Ilmu Kedokteran
Berdasarkan data dari YLI (Yayasan Lupus Indonesia), penderita lupus yang ada di Indonesia tahun 2012 jumlahnya mencapai 12.700 jiwa dan pada tahun 2013 jumlahnya meningkat hingga 13.300 jiwa. Lalu apakah lupus itu? Apa penyebabnya? Bisakah diobati? Pertanyaan-pertanyaan tersebut akan coba kami jawab pada artikel kali ini.

Lupus Definisi Gejala Penyebab Dan Pengobatan Serta Penanganan Penyakit Lupus Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Lupus
Lupus merupakan penyakit inflamasi kronis akibat sistem kekebalan tubuh keliru sehingga justru menyerang jaringan serta organ tubuh sendiri. Adapun inflamasi yang diakibatkan oleh lupus bisa menyerang pada bagian tubuh, diantaranya yaitu bagian sendi, kulit, paru-paru, sel darah, dan jantung.

Gejala
Gejala lupus sering mirip dengan penyakit-penyakit yang lain sehingga membuatnya sulit untuk didiagnosis. Gejala-gejala lupus sangat beragam mulai dari yang ringan sampai gejala yang mengancam jiwa. Penyakit lupus memang tidak menular, namun  berbahaya dan bahkan sangat berpotensi mematikan. Adapun gejala umumnya yaitu adanya ruam pada kulit, merasa kelelahan, sakit serta pembengkakan pada sendi.

Penyebab
Penyakit autoimun merupakan istilah yang digunakan ketika sistem imunitas ataupun kekebalan tubuh seseorang mulai menyerang tubuhnya sendiri. Adapun penyebab autoimun pada penyakit lupus masih belum diketahui. Sistem imun atau kekebalan tubuh penderita penyakit lupus akan menyerang sel-sel, jaringan, serta organ yang sehat.

Beberapa ahli menganggap pemicu serta penyebab munculnya lupus pada beberapa orang yaitu karena pengaruh lingkungan dan faktor genetika.

Tipe-tipe Lupus
Adapun penyakit lupus terbagi ke dalam beberapa tipe, yaitu:
  1. Lupus eritematosus sistemik atau SLE (systemic lupus erythematosus).
  2. Lupus eritematosus diskoid atau DLE (discoid lupus erythematosus).
  3. Lupus karena pemakaian obat.
Jenis lupus yang akan menjadi pembahasan utama pada artikel ini yaitu lupus eritematosus sistemik atau SLE (systemic lupus erythematosus). Karena jenis lupus ini paling sering dirujuk oleh masyarakat umum sebagai lupus. SLE bisa menyerang jaringan dan organ tubuh di mana saja dengan tingkatan gejala mulai dari yang ringan hingga parah. Gejala SLE bisa datang secara tiba-tiba ataupun berkembang dengan perlahan-lahan dan bisa bertahan lama ataupun bersifat sementara sebelum akhirnya kembali kambuh.

Banyak penderita yang hanya merasa beberapa gejala ringan dalam waktu lama ataupun bahkan tidak merasakan gejala sama sekali sebelum kemudian tiba-tiba mengalami serangan parah. Gejala-gejala ringan SLE, yang terutama adalah rasa nyeri serta lelah berkepanjangan, bisa menghambat rutinitas kehidupan. Oleh karena itu penderita SLE dapat merasa depresi, cemas, dan tertekan, meskipun hanya mengalami gejala yang ringan saja.

Sedangkan jenis lupus yang menyerang bagian kulit saja disebut dengan Lupus eritematosus diskoid atau DLE (discoid lupus erythematosus). Meskipun umumnya berdampak pada bagian kulit saja, namun jenis lupus ini dapat juga menyerang jaringan dan juga organ tubuh lain. DLE biasanya bisa dikendalikan dengan cara menghindari paparan atau sengatan sinar matahari secara langsung dan juga obat-obatan. Adapun gejala DLE antara lain yaitu: pitak permanen, rambut rontok, ruam merah serta bulat menyerupai sisik di kulit yang kadang menebal serta menjadi bekas luka.

Lupus akibat pemakaian obat juga bisa saja terjadi. Efek samping dari obat tentu berbeda-beda pada setiap orang. Ada sekitar 100 jenis lebih obat yang bisa mengakibatkan efek samping yang menyerupai gejala lupus terhadap orang-orang tertentu.

Gejala-gejala lupus akibat obat biasanya akan hilang apabila Anda berhenti untuk mengonsumsi obat tersebut jadi Anda tak perlu menjalani pengobatan yang khusus. Namun jangan lupa untuk berkonsultasi kepada dokter ketika Anda memutuskan untuk mulai berhenti mengonsumsi obat yang diresapkan oleh dokter.

Pengobatan Lupus
Untuk lupus jenis SLE tak dapat disembuhkan. Tujuan pengobatannya yaitu untuk mengurangi tingkatan gejala dan mencegah kerusakan pada organ penderita SLE. Pada beberapa puluh tahun lalu, SLE sering dipandang sebagai sebuah penyakit terminal yang akan berujung kepada kematian. Kekhawatiran ini disebabkan karena banyaknya penderita SLE pada waktu itu meninggal dunia karena komplikasi dalam waktu 10 tahun sesudah didiagnosis mengidap SLE.

Namun pada kondisi zaman sekarang telah jauh lebih baik. Hal ini berkat pengobatan penyakit SLE yang terus menerus berkembang, dan hampir semua penderita penyakit SLE sekarang ini bisa hidup normal ataupun setidaknya mendekati tahapan normal. Bantuan serta dukungan dari teman, keluarga, dan staf medis juga sangat berperan penting di dalam membantu penderita SLE dalam rangka menghadapi penyakit mereka.

Komplikasi Serius Penyakit Lupus
Lupus sering dijuluki sebagai penyakit dengan seribu wajah sebab kelihaiannya dalam meniru gejala-gejala penyakit lain. Kesulitan dalam diagnosis biasanya bisa menyebabkan langkah penanganannya jadi kurang tepat.

Terdapat sekitar sepertiga penderita penyakit SLE punya kondisi autoimun lain, contohnya penyakit tiroid serta sindrom Sjogren. Kondisi seperti ini bisa berujung pada munculnya komplikasi-komplikasi yang lain, termasuk gangguan pada saat kehamilan.

Apabila tidak segera ditangani, maka SLE juga bisa mengakibatkan berbagai komplikasi yang serius termasuk penderitanya yang sedang mengandung atau hamil. Di samping  itu proses-proses pengobatan yang dijalani penderita juga bisa  menyebabkan penderita rentan dengan infeksi serius.
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai