Jumat, 16 Desember 2016

Polio Definisi Gejala Penyebab Dan Perawatan serta Pencegahan Penyakit Polio Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Polio Definisi Gejala Penyebab Dan Perawatan serta Pencegahan Penyakit Polio Menurut Ilmu Kedokteran – Mulai awal tahun 2014, World Health Organization (WHO) telah menyatakan bahwa Indonesia merupakan salah satu dari sekian banyak negara yang terbebas dari penyakit polio berkat adanya program vaksinasi polio secara luas.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/polio-definisi-gejala-penyebab-dan-perawatan-serta-pencegahan-penyakit-polio-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Polio Definisi Gejala Penyebab Dan Perawatan serta Pencegahan Penyakit Polio Menurut Ilmu Kedokteran
Lalu apakah sebenarnya polio itu? Seberapa bahayakah polio hingga pemerintah Indonesia berjuang keras untuk menyukseskan program vaksinasi polio? Jika anda ingin tahu lebih banyak mengenai penyakit yang bisa mematikan ini, simak ulasan berikut.

Polio Definisi Gejala Penyebab Dan Perawatan serta Pencegahan Penyakit Polio Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Polio atau poliomyelitis merupakan penyakit virus yang mudah menular serta menyerang sistem saraf. Untuk kondisi penyakit polio yang parah, dapat menyebabkan kelumpuhan, kesulitan bernapas, bahkan pada sebagian kasus dapat menyebabkan terjadinya kematian.

Gejala
Kebanyakan penderita polio tak menyadari bahwa mereka terinfeksi sebab virus polio awalnya polio hanya menimbulkan sedikit sekali gejala atau bahkan tak menimbulkan gejala  sama sekali, dan tak membuat mereka sakit. Polio dapat dibagi menjadi tiga diantaranya adalah sebagai berikut:
 
1.Polio non-paralisis
Merupakan tipe polio yang tak menyebabkan kelumpuhan dan gejalanya tergolong ringan yang umumnya berlangsung satu sampai sepuluh hari. Diantara gejalanya yaitu lemah otot, muntah, demam, meningitis, sakit tenggorokan, merasa letih, sakit kepala, bagian tubuh seperti kaki, leher, tangan, dan punggung terasa sakit dan kaku.
 
2.Polio paralisis
Merupakan tipe polio yang ter parah dan bisa menyebabkan kelumpuhan. Polio jenis ini bisa dibagi berdasarkan dari bagian tubuh yang terkena, saraf tulang belakang,seperti batang otak, ataupun keduanya. Gejala awalnya sering sama dengan polio jenis non-paralisis, yaitu demam dan sakit kepala.

Tetapi dalam waktu sepekan, biasanya gejala polio paralisis muncul, diantaranya seperti sakit ataupun lemah otot yang cukup serius, kaki serta lengan terasa lemah dan terkulai, serta kehilangan refleks tubuh. Sebagian penderita polio paralisis dapat mengalami kelumpuhan secara cepat bahkan hanya dalam hitungan jam sesudah terinfeksi dan terkadang kelumpuhan hanya terjadi di salah satu bagian tubuh. Saluran pernapasan mungkin dapat terhambat atau tak berfungsi, sehingga perlu penanganan medis darurat.
 
3.Sindrom pasca-polio
Biasanya menimpa orang yang rata-rata 30 sampai 40 tahun sebelumnya sudah pernah mengalami penyakit polio. Gejala-gejala yang sering terjadi yaitu:
  1. Sulit menelan atau bernapas.
  2. Sulit berkonsentrasi ataupun mengingat.
  3. Persendian ataupun otot makin lemah serta terasa sakit.
  4. Depresi ataupun suasana hati mudah berubah .
  5. Gangguan tidur disertai dengan kesulitan bernapas.
  6. Massa otot tubuh jadi menurun.
  7. Mudah lelah.

Penyebab
Penyakit polio disebabkan virus yang biasanya masuk lewat makanan ataupun minuman yang telah terkontaminasi dengan tinja serta virus polio. Polio menjangkiti manusia saja di bagian usus dan tenggorokan. Selain lewat kotoran, virus polio dapat menyebar lewat cairan yang keluar ketika penderitanya batuk ataupun bersin.

pemberian vaksin polio bisa meminimalisasi virus polio. Wanita hamil, anak-anak dan orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh lemah, rentan sekali terkena virus polio apabila di daerah mereka tak ada program imunisasi atau tak mempunyai sistem sanitasi yang baik dan bersih. Orang yang belum divaksinasi mempunyai tingkat risiko terjangkiti polio yang tinggi apabila melakukan ataupun mengalami hal berikut.
  1. Hidup serumah dengan orang yang menderita polio.
  2. Bepergian ke tempat di mana polio kerap terjadi.
  3. Sistem kekebalan tubuh menurun.
  4. Pernah melakukan operasi  amandel.

Diagnosis dan Perawatan Polio
Adapun diagnosis awal polio bisa dilakukan dengan menanyakan gejala-gejala yang dialami pasien, apa sudah pernah diberikan vaksin polio ataupun melakukan kontak dengan orang yang menderita polio, serta melalui pemeriksaan secara fisik. Pemeriksaan sampel berupa cairan serebrospinal, lendir, atau tinja dilakukan untuk memastikan hasil dari diagnosis.

Sampai saat ini masih belum ada pengobatan untuk menyembuhkan polio apabila virus polio telah menjangkiti seseorang. Tetapi ada beberapa cara yang dapat dilakukan sebagai perawatan untuk mencegah komplikasi serta membuat penderitanya lebih nyaman, diantaranya seperti terapi fisik yang berguna untuk mencegah hilangnya fungsi-fungsi otot, makan yang bernutrisi, obat pereda nyeri, istirahat cukup, serta alat bantu pernapasan apabila dibutuhkan.
 
Disabilitas, kelainan bentuk pinggul dan kaki, serta kelumpuhan sementara ataupun permanen bisa muncul akibat polio paralisis. Terapi fisik dan operasi dapat dilakukan untuk mengatasi kelainan-kelainan bentuk pada persendian.

Pencegahan
Polio bisa dicegah dengan vaksinasi yang dapat memberi kekebalan terhadap polio seumur hidup, yang terutama pada anak-anak. Untuk anak-anak diberikan dosis vaksin polio tak aktif, yaitu saat mereka berumur 2 , 4 , dan 6 bulan, serta antara 1.5-2 tahun. Adapun vaksin polio menggunakan virus tak aktif secara efektif dapat mencegah polio sampai 100% jika telah dilakukan tiga kali penyuntikan, serta aman untuk orang yang sistem imun-nya lemah. Efek sampingnya yaitu rasa sakit serta kemerahan di titik penyuntikan.

Sedangkan orang dewasa harus memperoleh serangkaian vaksin polio jika belum pernah di vaksinasi ataupun status vaksinasi-nya tak jelas. Dosisnya yaitu dua dosis pertama yang jarak waktunya antara 1-2 bulan, sedangkan dosis ketiga yaitu 6-12 bulan sesudah pemberian dosis kedua.

Beberapa orang yang diberi vaksin polio dapat mengalami alergi. Apabila disuntik mengalami alergi, maka segera temui dokter. Adapun reaksi alergi yang biasanya muncul sesudah beberapa menit sampai beberapa jam yaitu pusing, sulit bernapas, lemas, tenggorokan bengkak, pucat, serak, biduran, serta jantung berdetak kencang.
 
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai