Senin, 12 Desember 2016

Serangan Jantung Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pemulihan Serangan Jantung dalam Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Serangan Jantung Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pemulihan Serangan Jantung dalam Ilmu Kedokteran – Mendengar serangan jantung, sebagian orang mungkin merasa takut. Karena banyak orang yang meninggal akibat serangan jantung. Lalu sebenarnya apakah serangan jantung itu? Bagaimana gejalanya? Dan adakah cara-cara untuk mencegah dan mengobatinya? Jika anda ingin tahu lebih banyak tentang penyakit jantung silahkan simak ulasan berikut ini.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/serangan-jantung-definisi-gejala-penyebab-serta-pengobatan-dan-pemulihan-serangan-jantung-dalam-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Serangan Jantung Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pemulihan Serangan Jantung dalam Ilmu Kedokteran
Definisi
Serangan jantung, dalam istilah medis disebut sebagai infark miokard, merupakan sebuah kondisi di mana aliran atau pasokan darah yang menuju ke jantung jadi terhambat. Ini merupakan kondisi medis darurat dan biasanya disebabkan oleh penumpukan lemak, penggumpalan darah ataupun kolesterol, dan unsur-unsur yang lainnya. Adanya gangguan aliran darah menuju ke jantung ini dapat merusak ataupun menghancurkan otot-otot jantung dan dapat berakibat fatal.

Serangan Jantung Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pemulihan Serangan Jantung dalam Ilmu Kedokteran


Gejala
Berikut ini merupakan gejala yang mungkin terjadi pada penderita yang mengalami serangan jantung.
  1. Sakit ataupun nyeri yang terjadi di bagian dada.
  2. Sesak napas.
  3. Sangat gelisah ataupun cemas.
  4. Merasa lemah serta pusing.
Untuk menentukan seseorang mengalami serangan jantung, umumnya akan muncul kombinasi beberapa gejala. Keadaan ini tidak tergantung pada keparahan sakit dada. Sakit dada belum tentu dialami semua orang yang sakit jantung. Kadang rasa sakitnya ringan serta disalahartikan sebagai gangguan pada pencernaan biasa. Sebaliknya, tak semua sakit di dada merupakan akibat serangan jantung.

Penyebab
Adapun penyebab utama serangan jantung yaitu penyakit jantung koroner. Jantung koroner terjadi akibat tersumbatnya bagian pembuluh darah utama dengan tugas memasok darah menuju jantung (pembuluh koroner) sebab timbunan kolesterol yang berupa plak. Plak-plak yang retak dapat mengakibatkan terjadinya penggumpalan pada darah. Akibatnya, penggumpalan darah dapat menghambat pasokan darah serta oksigen ke jantung lewat pembuluh koroner sehingga menyebabkan serangan jantung.
Selain itu beberapa faktor yang bisa meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung koroner, yaitu:
  1. Kolesterol tinggi.
  2. Merokok.
  3. Diabetes.
  4. Tekanan darah tinggi.
  5. Obesitas
  6. Kebiasaan mengonsumsi makanan yang berlemak.

Pengobatan
Serangan jantung merupakan kondisi medis darurat dan harus ditangani secepatnya. Segeralah ke rumah sakit yang terdekat apabila Anda ataupun seseorang yang dicurigai sedang mengalami serangan jantung.

Adapun untuk penanganan pertama, segeralah konsumsi aspirin dosis normal yaitu 300 mg, akan tetapi sebelumnya pastikanlah bahwa penderita tak alergi terhadap aspirin. Aspirin dapat membantu mengencerkan darah serta mengurangi risiko terjadinya serangan jantung secara lebih lanjut.

Selain itu pengobatan yang dapat diberikan kepada penderita serangan jantung yaitu obat-obatan yang dapat melarutkan gumpalan darah serta dapat juga dilakukan prosedur operasi yang berguna untuk mengembalikan lagi aliran darah yang menuju  jantung. Biasanya pengobatan yang dilakukan disesuaikan dengan tingkat dari keparahan kondisi penderita.

Komplikasi
Serangan jantung yang cukup parah ataupun terlambat ditangani dapat menyebabkan komplikasi serius dan bahkan bisa berakibat pada kematian. Biasanya komplikasi yang terjadi dapat muncul segera sesudah terjadinya serangan jantung. Di bawah ini merupakan beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat adanya serangan jantung.
  1. Gagal jantung
    Kondisi ini terjadi saat jantung tidak dapat memompa darah ke seluruh tubuh secara efektif. Biasanya gagal jantung terjadi akibat otot jantung sudah rusak permanen yang diakibatkan oleh serangan jantung yang telah terjadi.
  2. Aritmia
    Kondisi saat detak jantung jadi tidak normal yaitu saat jantung berdegup dengan semakin kencang sampai akhirnya berhenti berdetak lalu terjadi henti jantung (cardiac arrest).
  3. Syok kardiogenik
    Kondisi saat otot jantung rusak cukup parah dan tidak dapat lagi memasok darah menuju ke tubuh dengan normal/ baik. Hal ini dapat menyebabkan fungsi tubuh tak berjalan dengan baik.
  4. Jantung ruptur atau retak.
    Kondisi saat otot, dinding, ataupun katup jantung telah retak Adapun pasien serangan jantung yang diiringi komplikasi sering meninggal dunia sebelum pasien tiba di rumah sakit.

Peluang dan Pemulihan
Seseorang dapat kembali pulih setelah mengalami serangan jantung tergantung dari tingkat kerusakan otot-otot jantung yang terjadi. Sebagian pasien yang membutuhkan waktu sampai beberapa bulan namun sebagian lagi hanya butuh waktu beberapa minggu. Adapun tujuan dari proses-prose pemulihan yang dilakukan yaitu:
  1. Mengurangi risiko kambuh atau terulangnya serangan jantung. Caranya dapat dilakukan dengan cara melakukan perubahan gaya hidup. Termasuk di antaranya yaitu perubahan pada menu makanan dan juga konsumsi obat-obatan.
  2. Mengembalikan kebugaran fisik. Dengan tujuan supaya Anda dapat kembali melakukan aktivitas sehari-hari sesuai kebutuhan Anda.
Sebanyak 33 persen penderita serangan jantung meninggal. Kematian sering terjadi sebelum pasien bisa mencapai rumah sakit, ataupun dalam satu bulan sesudah pasien mengalami atau menderita serangan jantung. Jika pasien berhasil bertahan dalam sebulan setelahnya, maka peluang pasien untuk bertahan hidup semakin besar.

Peluang hidup orang yang pernah mengalami serangan jantung tergantung pada beberapa hal diantaranya seperti usia pasien. Jika usia orang yang menderita serangan jantung semakin tua, maka kemungkinan terjadinya komplikasi juga akan bertambah. Selain itu tingkat keparahan dari serangan Terutama sekali tergantung pada seberapa parah kerusakan otot-otot jantung.

Sedangkan yang terakhir adalah tergantung pada waktu yang diperlukan seseorang sampai dia memperoleh pertolongan ketika mengalami serangan jantung. Semakin lama penanganan pada serangan jantung, maka semakin berkurang peluang hidupnya.
 
Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai