Sabtu, 24 Desember 2016

Tuberkulosis Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis dalam Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Tuberkulosis Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis dalam Ilmu Kedokteran - Penyakit Tuberkulosis (TB) atau yang sering juga disingkat sebagai TBC adalah penyakit yang menular dan menyebabkan masalah kesehatan yang terbesar kedua dunia sesudah HIV. Sedangkan Indonesia sendiri termasuk dalam lima besar negara yang jumlah pengidap Tuberkulosis terbanyak Asia Tenggara yaitu dengan jumlah pengidap nya mencapai 305.000 jiwa di tahun 2012.
http://www.pusatmedik.org/2016/12/tuberkulosis-definisi-gejala-penyebab-serta-pengobatan-dan-pencegahan-penyakit-tuberkulosis-dalam-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Tuberkulosis Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis dalam Ilmu Kedokteran
Karena penyakit Tuberkulosis ini termasuk dalam penyakit berbahaya yang menular dan mematikan, maka penting sekali bagi kita semua untuk lebih mengenal lagi penyakit ini sebagai upaya untuk mencegah terjangkitnya penyakit Tuberkulosis baik pada diri Anda maupun keluarga Anda. Untuk itu di kesempatan kali ini ini kita akan membahas mengenai definisi, gejala, penyebab, pengobatan, dan juga pencegahan penyakit Tuberkulosis. Berikut uraian lengkapnya.

Tuberkulosis Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis dalam Ilmu Kedokteran


Definisi Tuberkulosis
Tuberkulosis merupakan penyakit saluran nafas akibat  mycobacterium, yang dapat berkembang biak dalam bagian tubuh manusia dimana terdapat banyak sekali aliran darah dan juga oksigen. Infeksi mycobacterium ini biasanya dapat menyebar melalui pembuluh darah dan juga kelenjar getah bening.

namun secara utama akan menyerang bagian paru-paru. Bakteri TB akan membunuh jaringan-jaringan dari organ yang telah terinfeksi dan juga membuatnya sebagai sebuah kondisi yang dapat mengancam nyawa apabila tidak dilakukan terapi yang tepat dan segera.

Gejala serta Jenis Tuberkulosis
Adapun penyakit tuberkulosis ini paling sering menjangkiti atau menyerang bagian paru-paru dengan gejalanya yang  utama berupa batuk yang berdahak yang berlangsung dalam waktu 21 hari lebih. Batuk yang terjadi kadang juga bisa mengeluarkan darah.

Di samping batuk, penderita TB biasanya juga dapat kehilangan nafsu makan yang membuatnya mengalami penurunan pada berat badan dan disertai dengan demam dan juga kelelahan.

Saat bakteri TB mulai memasuki tubuh, bakteri tersebut dapat bersifat tak aktif untuk sementara waktu sebelum kemudian dapat menyebabkan gejala-gejala TB. Untuk kasus ini, kondisi atau keadaan tersebut dikenal dengan tuberkulosis laten. Sedangkan untuk TB yang langsung memunculkan gejala dikenal dengan sebutan tuberkulosis aktif.

Penyebab serta Faktor Risiko Tuberkulosis
Adapun penyebab tuberkulosis yaitu bakteri yang menyebar pada udara lewat semburan air liur yang berasal dari batuk ataupun bersin pengidap TB. Sebutan atau nama bakteri Tuberkulosis yaitu mycobacterium tuberculosis.

Di bawah ini merupakan beberapa orang yang mempunyai risiko lebih tinggi untuk tertular TB:
  1. Orang-orang yang memiliki sistem kekebalan tubuh menurun, misalnya saja para pengidap HIV/AIDS, penderita diabetes ataupun orang-orang yang sedang menjalani prosedur kemoterapi.
  2. Orang-orang yang mengalami malnutrisi ataupun kekurangan gizi.
  3. Para pecandu narkoba.
  4. Petugas medis yang cukup sering berhubungan dengan para pengidap TB.
  5. Para perokok.

Diagnosis serta Pengobatan Tuberkulosis
Adapun Tuberkulosis atau TB termasuk penyakit yang sangat sulit untuk dideteksi, yang terutama pada anak-anak. Biasanya dokter menggunakan beberapa metode atau cara untuk mendiagnosis Tuberkulosis, antara lain:
  1. Tes dahak.
  2. Tes Mantoux.
  3. Rontgen dada.
  4. Tes darah.
Penyakit yang tergolong cukup serius ini bisa disembuhkan bisa diobati dengan benar. Langkah-langkah pengobatan yang dibutuhkan yaitu dengan mengonsumsi beberapa antibiotik yang diminum dalam jangka waktu tertentu. Adapun jenis-jenis antibiotik yang dipakai adalah isoniazid, ethambutol, rifampicin, dan pyrazinamide.

Sama halnya seperti jenis obat yang lain, antibiotik untuk Tuberkulosis juga punya efek samping, yang terutama sekali rifampicin dan juga ethambutol. Rifampicin bisa menurunkan keefektifan pada alat kontrasepsi yang memiliki kandungan hormon. Sedangkan ethambutol bisa memengaruhi kondisi penglihatan penderita.
 
Adapun efek samping yang lainnya dari obat-obatan Tuberkulosis yaitu mual dan juga  muntah-muntah, nafsu makan menurun, sakit kuning, urine berwarna gelap, ruam, gatal-gatal pada kulit, dan demam.
 
Masa penyembuhan Tuberkulosis berbeda-beda pada setiap penderita, hal ini tergantung dari kondisi kesehatan penderita serta tingkat keparahan tuberkulosis yang dialami. Kondisi penderita umumnya mulai membaik serta berhenti menular sesudah 2-3 minggu minum obat. Namun untuk memastikan kesembuhannya secara total, pengidap tuberkulosis harus menggunakan antibiotik pemberian dokter dalam waktu 6-9 bulan.
 
Apabila pengidap tak minum obat sesuai dengan resep dokter ataupun berhenti minum sebelum waktu yang telah dianjurkan oleh dokter, maka bakteri tuberkulosis  bisa tak hilang secara sempurna dari tubuh meskipun penderita merasa kondisinya telah membaik.

Infeksi tuberkulosis yang diderita juga mempunyai kemungkinan menjadi resistan dengan antibiotik. Apabila ini terjadi, maka tuberkulosis akan lebih sulit lagi untuk diobati sehingga memerlukan masa penyembuhan yang lebih lama, yaitu dalam waktu sekitar 2 sampai 2.5 tahun atau lebih.

Pencegahan Tuberkulosis
Adapun langkah yang utama dalam mencegah tuberkulosis yaitu dengan menerima vaksin tuberkulosis yaitu vaksin BCG atau Bacillus Calmette-Guerin. Di Indonesia sendiri, vaksin BCG ini masih termasuk dalam daftar imunisasi yang wajib serta diberikan sebelum bayi berumur tiga bulan. Selain itu vaksin BCG ini juga dianjurkan pada anak-anak, remaja bahkan orang dewasa yang masih belum menerimanya di waktu bayi. Namun harap diingat keefektifan vaksin BCG ini akan berkurang untuk orang dewasa.

Di samping vaksinasi, Anda juga bisa mencegah tuberkulosis dengan cara senantiasa mengenakan masker ketika berada di tempat-tempat umum yang ramai, apabila berinteraksi dengan penderita TB, dan mencuci tangan dengan teratur (khususnya bagi pekerja medis).

Itulah beberapa informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Tuberkulosis Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan dan Pencegahan Penyakit Tuberkulosis dalam Ilmu Kedokteran, semoga bermanfaat.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai