Rabu, 04 Januari 2017

Dermatitis Seboroik Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan Penyakit Dermatitis Seboroik dalam Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Dermatitis Seboroik Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan Penyakit Dermatitis Seboroik dalam Ilmu Kedokteran - Dermatitis seboroik adalah salah satu jenis penyakit kulit yang bisa menyebabkan kulit menjadi berwarna merah, berketombe, dan bersisik.
http://www.pusatmedik.org/2017/01/dermatitis-seboroik-definisi-gejala-penyebab-serta-pengobatan-penyakit-dermatitis-seboroik-dalam-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Dermatitis Seboroik Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan Penyakit Dermatitis Seboroik dalam Ilmu Kedokteran
Penyakit ini memang tidak membahayakan tetapi keberadaannya dapat mengurangi kepercayaan diri seseorang. Selengkapnya tentang dermatitis seboroik, silahkan simak uraian berikut.

Dermatitis Seboroik Definisi Gejala Penyebab Serta Pengobatan Penyakit Dermatitis Seboroik dalam Ilmu Kedokteran


Definisi
Dermatitis seboroik merupakan penyakit kulit yang umumnya menjangkiti kulit kepala serta bagian tubuh yang berminyak, misalnya seperti punggung, wajah, dan dada bagian atas. Di bagian kulit kepala, penyakit dermatitis seboroik ini menyebabkan kulit jadi berwarna merah, berketombe, serta bersisik.

Sebenarnya dermatitis seboroik bukanlah jenis penyakit yang menular, namun dapat memengaruhi kepercayaan diri penderita. Di samping ketombe, dermatitis seboroik sering disebut sebagai psoriasis seboroik atau eksim seboroik. Sedangkan untuk dermatitis seboroik yang dialami bayi disebut sebagai cradle cap.

Gejala
Biasanya dermatitis seboroik memiliki gejala-gejala seperti berikut ini:
  1. Bagian kulit terasa gatal ataupun seperti terbakar.
  2. Kelupasan kulit ataupun ketombe juga bisa terjadi di kumis, alis, dan jenggot.
  3. Kelopak mata dapat berkerak ataupun berwarna kemerahan, yang disebut dengan blefaritis.
  4. Kulit kepala memiliki warna merah dan berketombe.
  5. Kulit bersisik dengan warna putih atau kuning dan terjadi di bagian kulit yang berminyak yang selain kulit kepala, misalnya seperti wajah, dada, ketiak, dan telinga.
Dermatitis seboroik tak memengaruhi kesehatan tubuh penderitanya secara keseluruhan, tetapi apabila pengobatan yang dilakukan tak efektif ataupun kondisi mengganggu rutinitas sehari-hari, maka sebaiknya segera menemui dokter.

Penyebab
Penyebab terjadinya dermatitis seboroik sampai saat ini masih belum diketahui, tetap kemungkinan ada kaitannya dengan sebuah jamur dengan nama malassezia yang berada di pelepasan minyak pada permukaan kulit. Di samping itu, peradangan yang ada kaitannya dengan psoriasis disebut juga sebagai salah satu hal yang mungkin dapat, menyebabkan terjadinya dermatitis seboroik.
 
Di samping dua kemungkinan penyebab seperti yang telah disebutkan di atas, terdapat beberapa faktor risiko yang dapat meningkatkan risiko terkena dermatitis seboroik, yaitu:
  1. Pengobatan tertentu.
  2. Gagal jantung.
  3. Penyakit gangguan saraf seperti Parkinson, dan kejiwaan  seperti depresi.
  4. Penyakit yang menyebabkan sistem kekebalan tubuh jadi lemah, misalnya seperti HIV/AIDS, orang yang menerima transplantasi organ tubuh, kanker, dan pankreatitis alkoholik.
  5. Stres.
  6. Kebiasaan menggaruk-garuk kulit wajah.
  7. Cuaca yang dingin serta kering.
  8. Penyakit endokrin yang dapat menyebabkan obesitas, smisalnya eperti diabetes.
  9. Orang-orang yang mempunyai kulit yang berminyak, bayi yang masih baru lahir dan juga orang dewasa yang berumur 30-60 tahun, terutama kaum wanita, lebih rentan menderita dermatitis seboroik.

Diagnosis
Selain pemeriksaan fisik, penyakit dermatitis seboroik juga dapat didiagnosis dengan cara pemeriksaan kelupasan pada sel kulit atau biopsi. Hal ini tujuannya adalah untuk memastikan apakah yang diderita pasien merupakan penyakit dermatitis seboroik atau jenis penyakit lain yang hampir sama. Penyakit lain yang dimaksud diantaranya seperti eksim, psoriasis, atau rosacea.

Pengobatan Dan Perawatan
Dermatitis seboroik bisa diatasi dengan menggunakan losion, krim, atau sampo khusus. Umumnya produk-produk seperti ini dijual bebas. Tetapi jika cara ini tetap tak membantu serta gejala dermatitis seboroik tak kunjung mereda ataupun sembuh, maka konsultasikan kepada dokter agar dapat memperoleh perawatan lebih lanjut diantaranya seperti:
  1. Krim ataupun gel metronidazole yang berguna untuk melawan bakteri.
  2. Sampo, krim, ataupun salep yang memiliki kandungan kortikosteroid, misalnya seperti fluocinolone ataupun hydrocortisone, yang bermanfaat untuk meredakan peradangan. Tetapi efek samping misalnya seperti penipisan kulit dapat terjadi jika memakainya terlalu lama.
  3. Sampo anti jamur dengan kandungan ketoconazole serta produk khusus untuk kulit kepala dengan kandungan clobetasol.
  4. Terapi sinar yang digabung dengan pemakaian psoralen atau yang disebut sebagai photo chemotherapy. Tetapi orang-orang yang mempunyai rambut yang tebal kemungkinan tak cocok melakukan terapi ini.
  5. Pil anti jamur terbinafine. Tetapi obat ini dapat menimbulkan efek samping serius, misalnya seperti gangguan pada organ hati dan juga reaksi alergi.
  6. Losion ataupun krim yang memiliki kandungan penghambat calcineurin, misalnya seperti pimecrolimus, serta tacrolimus untuk pengobatan dengan imun/ menekan sistem kekebalan tubuh. Tetapi obat ini mempunyai potensi meningkatkan risiko terjadinya kanker.

Berikut ini merupakan beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membantu mengendalikan dan mengatasi dermatitis seboroik:
  1. Janganlah menggaruk bagian-bagian tubuh yang menderita dermatitis seboroik sebab dapat meningkatkan risiko untuk terkena infeksi serta memperparah iritasi.
  2. Gunakanlah sisir lembut untuk membantu melepaskan kelupasan kulit pada kepala bayi yang mengalami dermatitis seboroik, sebelum menggunakan sampo bayi. Selain itu Anda bisa juga menggunakan minyak zaitun yang berguna untuk melembutkan permukaan kulit.
  3. Gunakanlah sampo bayi untuk membantu membersihkan bagian kelopak mata Anda apabila berwarna kemerahan serta terjadi kelupasan kulit. Di samping itu, Anda dapat mengompresnya dengan menggunakan air hangat untuk meredakannya.
  4. Oleskanlah krim yang memiliki kandungan kortikosteroid ataupun unsur antijamur misalnya seperti ketoconazole.
  5. Cukur kumis ataupun jenggot untuk meredakan gejalanya.
  6. Hindarilah produk yang memiliki kandungan alkohol supaya penyakit tak bertambah parah.
  7. Gunakanlah pakaian yang memiliki tekstur halus serta berbahan katun supaya kulit memperoleh sirkulasi udara serta bisa mengurangi iritasi.
  8. Mandi serta keramas secara teratur, dan basuh dengan bersih sampo atau sabun yang digunakan. Gunakanlah pelembap jika diperlukan.
  9. Kadang, dermatitis seboroik dapat menghilang dengan sendirinya, tetapi ada juga yang bisa bertahan dalam waktu bertahun-tahun. Menjaga kebersihan kulit dan perawatan kulit dapat membantu mengendalikan terjadinya dermatitis seboroik.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai