Rabu, 25 Januari 2017

Hiperkolesterolemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hiperkolesterolemia Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Hiperkolesterolemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hiperkolesterolemia Menurut Ilmu Kedokteran - Hiperkolesterolemia merupakan sebuah kondisi yang mana kadar kolesterol dalam darah seseorang sangat tinggi. Hiperkolesterolemia tak menunjukkan gejala-gejala apapun.
http://www.pusatmedik.org/2017/01/hiperkolesterolemia-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-pencegahan-hiperkolesterolemia-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Hiperkolesterolemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hiperkolesterolemia Menurut Ilmu Kedokteran
Satu-satunya cara yang dilakukan untuk mendeteksi hiperkolesterolemia yaitu dengan tes darah. Lalu apa penyebab hiperkolesterolemia? Bisakah disembuhkan? Jika anda penasaran silahkan simak ulasan berikut.

Hiperkolesterolemia Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hiperkolesterolemia Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Hiperkolesterolemia merupakan sebuah kondisi yang mana kadar kolesterol dalam darah seseorang sangat tinggi. Kolesterol sendiri merupakan zat lunak yang dapat ditemukan dalam lemak pada aliran darah manusia. Sebenarnya tubuh manusia membutuhkan kolesterol agar bisa terus memproduksi sel yang sehat.

Kondisi kadar kolesterol tinggi di dalam darah dapat meningkatkan risiko terjadinya penyakit jantung, sebab timbunan lemak dalam pembuluh darah. Adapun timbunan lemak ini dapat menghambat aliran darah di dalam arteri, sehingga menyebabkan jantung tak memperoleh pasokan darah yang kaya oksigen.

Penyebab Serta Faktor Risiko Hiperkolesterolemia
Adapun penyebab hiperkolesterolemia yaitu meningkatnya kadar kolesterol LDL (low-density lipoprotein) dalam darah manusia. Kombinasi antara kolesterol dan protein dalam darah sering disebut dengan lipoprotein. Terdapat dua jenis lipoprotein:
  1. LDL (Low-density lipoprotein), atau “lemak jahat”
    Lemak jahat akan tertimbun serta menghambat dalam pembuluh darah, lalu membuat pembuluh darah jadi lebih keras dan juga sempit.
  2. HDL (High-density lipoprotein), atau “lemak baik”
    Lemak baik mengambil kelebihan kandungan kolesterol lalu membawanya kembali ke organ hati.

Faktor-faktor yang meningkatkan risiko terjadinya hiperkolesterolemia yaitu:
  1. Pola makan buruk.
  2. Obesitas.
  3. Diabetes.
  4. Lingkar pinggang besar.
  5. Merokok.
  6. Kurang olahraga.

Diagnosis
Untuk mendiagnosis hiperkolesterolemia dokter biasanya dokter melakukan tes darah yang tujuannya untuk melihat tingkat atau kadar kolesterol di dalam darah.

Pengobatan
Langkah pertama untuk mengatasi hiperkolesterolemia yaitu perubahan pola makan menjadi lebih sehat serta lebih teratur berolahraga. Apabila seseorang sudah menjalani keduanya tetapi kadar kolesterol di dalam darah masih tetap tinggi, maka dokter menyarankan berbagai langkah pengobatan.

Untuk anak-anak yang penderita hiperkolesterolemia serta obesitas, dokter menyarankan perubahan pola serta menu makan sehat serta olahraga. Terdapat zat-zat alami di dalam makanan yang sudah terbukti mampu membantu menurunkan kadar kolesterol, antara lain:
  1. Barley atau jelai.
  2. Beta-sitosterol (terdapat di beberapa jenis margarin).
  3. Oatbran (ditemukan dalam oatmeal).
  4. Sitostanol (ditemukan dalam beberapa jenis margarin).
  5. Blond psyllium husk (terdapat dalam beberapa kulit biji-bijian).
Adapun beberapa faktor yang dapat memengaruhi kombinasi pengobatan penyakit hiperkolesterolemia yaitu faktor risiko setiap pasien, usia pasien, efek samping yang terjadi, serta kondisi kesehatan pasien.

Obat-obatan berikut ini biasanya disarankan oleh dokter untuk membantu mengatasi hiperkolesterolemia:
  1. Statin
    Dapat menghalangi zat yang diperlukan organ hati dalam memproduksi kolesterol. Sehingga membuat organ hati mengambil beberapa kolesterol dari darah. Selain itu statin dapat membantu tubuh manusia menyerap kolesterol yang berasal dari timbunan kolesterol pada dinding pembuluh darah.
  2. Resin sebagai pengikat asam empedu
    Resin dapat menurunkan kadar kolesterol meski secara tak langsung yaitu dengan mengikat dalam asam empedu, sehingga menyebabkan hati memakai kelebihan kolesterol dalam membuat lagu asam empedu. Hal ini dapat membuat kadar kolesterol di dalam tubuh menurun.
  3. Penghambat penyerapan kolesterol
    Adapun obat jenis ini dapat membatasi penyerapan kolesterol yang dilakukan oleh usus kecil, dan membuat kadar kolesterol di dalam darah menurun.
  4. Obat suntik
    Merupakan Obat jenis baru untuk membantu organ hati dalam menyerap lebih banyak kolesterol LDL, sehingga dapat menurunkan kadar kolesterol dalam darah.
Selain kolesterol HDL dan LDL, darah juga memiliki kandungan sejenis lemak yaitu trigliserida. Apabila kadar trigliserida di dalam darah ikut tinggi, maka dokter meresepkan 3 macam  obat yaitu:
  1. Fibrate
    Obat ini dapat menurunkan trigliserida dengan cara menurunkan produksi VLDL atau sejenis kolesterol serta mempercepat pembuangan trigliserida yang berasal dari darah.
  2. Niacin
    Obat jenis dapat menurunkan kadar trigliserida yaitu dengan cara membatasi organ hati dalam memproduksi kolesterol LDL dan VLDL. Tetapi, niacin juga ada hubungannya dengan rusaknya hati serta penyakit stroke.
  3. Suplemen berupa asam lemak omega-3
    Adapun suplemen ini juga dapat membantu dalam menurunkan kadar trigliserida di dalam darah.

Pencegahan serta Komplikasi Hiperkolesterolemia
Beberapa hal yang bisa mencegah kadar kolesterol naik adalah:
  1. Berhenti merokok
    Asap rokok bisa merusak pembuluh darah serta mempercepat akumulasi plak dalam pembuluh darah.
  2. Mengonsumsi makanan sehat
    Konsumsilah makanan rendah garam, batasilah konsumsi makanan-makan sumber kolesterol, dan memperbanyak konsumsi ikan, buah, dan sayuran.
  3. Meningkatkan aktivitas fisik
    Melakukan olahraga minimal 30 menit secara rutin, dapat menurunkan kadar kolesterol.
  4. Kurangi kelebihan berat badan
    Adapun kelebihan berat dapat membuat kadar kolesterol jadi tinggi.
Apabila tak ditangani dengan benar, maka penderita hiperkolesterolemia dapat terkena komplikasi diantaranya seperti:
  1. Nyeri pada dada
    Apabila pembuluh darah yang memberikan suplai darah ke jantung jadi tersumbat, maka penderita dapat merasakan nyeri pada bagian dadanya.
  2. Stroke
    Keadaan ini bisa terjadi apabila aliran darah penderita pada sebagian otaknya tersumbat gumpalan darah.
  3. Serangan jantung
    Apabila plak (timbunan kolesterol) di pembuluh darah terlepas, dapat menyebabkan terbentuknya gumpalan-gumpalan darah yang terbawa aliran darah. apabila gumpalan darah tersebut memasuki pembuluh arteri jantung serta menyumbat aliran darahnya, maka penderita dapat mengalami serangan jantung.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai