Selasa, 24 Januari 2017

Hipertensi Pulmonal Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hipertensi Pulmonal Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Hipertensi Pulmonal Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hipertensi Pulmonal Menurut Ilmu Kedokteran - Hipertensi pulmonal merupakan naiknya tekanan dalam pembuluh arteri di paru karena aliran darah yang melewati paru terhambat. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan otot jantung yang bagian kanan melemah serta mengalami gagal fungsi apabila tidak segera ditangani.
http://www.pusatmedik.org/2017/01/hipertensi-pulmonal-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-pencegahan-hipertensi-pulmonal-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Hipertensi Pulmonal Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hipertensi Pulmonal Menurut Ilmu Kedokteran
Lalu apa penyebab hipertensi pulmonal? Bagaimana cara mengatasi hipertensi pulmonal? Jika anda ingin tahu silahkan lanjutkan membaca artikel berikut.

Hipertensi Pulmonal Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Pencegahan Hipertensi Pulmonal Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi
Hipertensi pulmonal merupakan naiknya tekanan dalam pembuluh arteri di paru karena aliran darah yang melewati paru terhambat. Kondisi ini juga bisa mengakibatkan otot jantung yang bagian kanan melemah serta mengalami gagal fungsi apabila tidak segera ditangani.

Penyebab
Hipertensi pulmonal bisa terjadi karena adanya penyempitan, penyumbatan, ataupun kerusakan di bagian pembuluh darah kecil serta pembuluh kapiler yang menyebabkan naiknya tekanan darah di dalam pembuluh.

Adapun tekanan darah yang cukup tinggi kemudian menyebabkan dinding pembuluh darah jadi tebal, kaku, meradang, serta tegang, atau memicu munculnya jaringan tambahan yang dapat berujung pada semakin berkurangnya aliran darah. Adapun hipertensi pulmonal bisa disebabkan oleh beberapa keadaan berikut:
  1. Grup pertama
    Hipertensi arteri pulmonal atau hipertensi pulmonal arteri idiopati, merupakan kenaikan tekanan secara berkelanjutan di pembuluh darah paru-paru namun tidak diketahui penyebabnya. Adapun beberapa keadaan yang diduga bisa memicu kondisi ini diantaranya mutasi genetik yang sifatnya turun-menurun dalam keluarga, penyakit jantung bawaan, serta obat-obatan metamfetamine,.
  2. Grup kedua
    Hipertensi pulmonal akibat penyakit jantung di bagian kiri, diantaranya seperti berbagai macam penyakit katup jantung pada bagian kiri serta gangguan ataupun gagal fungsi di bilik kiri organ jantung.
  3. Grup ketiga
    Hipertensi pulmonal akibat penyakit paru-paru. Adapun beberapa gangguan yang dapat dialami oleh paru-paru bisa memicu tekanan darah naik, misalnya seperti penyakit emfisema (paru obstruktif kronis), apnea tidur (gangguan tidur), serta fibrosis pulmonal. Orang yang terlalu lama berada atau tinggal di daerah dataran tinggi juga mempunyai risiko menderita hipertensi pulmonal.
  4. Grup keempat
    Hipertensi pulmonal akibat penggumpalan darah kronis pada paru-paru.
  5. Grup kelima
    Hipertensi pulmonal akibat kondisi terkait lainnya yang juga tak diketahui penyebabnya, misalnya seperti gangguan darah, tumor, serta gangguan metabolisme, yang menekan pada pembuluh arteri paru-paru. Selain itu gangguan yang dapat memengaruhi fungsi dari organ tubuh yang lain juga bisa memicu hipertensi pulmonal, misalnya seperti sarkoidosis.
Di samping itu hipertensi pulmonal juga bisa terjadi pada seorang bayi yang baru lahir. Keadaan ini bisa dikaitkan dengan keadaan paru-paru bayi yang tak berkembang secara baik saat lahir. Keadaan lain yang mungkin berkaitan yaitu hipoglikemia, sepsis, serta sindrom aspirasi mekonium  ataupun bayi baru lahir dan menghirup cairan plasenta ataupun kotoran bayi (mekonium).

Penyebab yang lain dari kondisi hipertensi pulmonal yaitu sindrom Eisenmenger. Keadaan ini merupakan salah satu jenis dari penyakit jantung bawaan dan umumnya disebabkan karena adanya lubang besar yang ada di antara dua bilik jantung. Adapun sindrom Eisenmenger dapat menyebabkan darah yang memiliki kandungan oksigen bercampur darah yang tak mengandung oksigen lalu kembali ke paru padahal seharusnya dialirkan menuju ke seluruh tubuh. Keadaan ini menyebabkan tekanan darah di pembuluh darah paru-paru jadi meningkat, sehingga dapat memicu hipertensi pulmonal.

Adapun selain dapat dipicu oleh keadaan kesehatan yang terganggu, kondisi hipertensi pulmonal juga bisa dipicu oleh faktor-faktor risiko berikut:
  1. Kelebihan berat badan
  2. Riwayat penyakit ini dalam keluarga
  3. Penggunaan obat-obatan terlarang
  4. Konsumsi obat-obatan untuk menekan nafsu makan
  5. Hidup di daerah dataran tinggi

Diagnosis
Hipertensi pulmonal jarang sekali terdiagnosis di stadium awal sebab sering tak ditemukan saat pemeriksaan fisik rutin. Sedangkan pada stadium lanjut, hipertensi pulmonal mempunyai gejala yang menyerupai penyakit jantung serta paru lainnya. Adapun pemeriksaan-pemeriksaan penunjang yang  dilakukan, diantaranya adalah tes darah, elektrokardiogram (EKG), tes genetik, ekokardiogram, CT scan, X-ray, MRI scan, polisomnogram, V/Q scan, sampai prosedur biopsi ataupun kateterisasi jantung.

Di samping kondisi paru-paru, pemeriksaan yang telah disebutkan di atas dilakukan untuk mengetahui keadaan jantung, penyebab hipertensi pulmonal, memastikan diagnosis serta menentukan tingkat keparahan dari hipertensi pulmonal.

Pengobatan
Sebagian besar hipertensi pulmonal adalah kasus yang tak dapat disembuhkan sehingga pengobatan ditujukan untuk meredakan gejalanya. Beberapa prosedur pengobatan yang bisa dipilih, yaitu:
  1. Vasodilator, merupakan golongan obat yang fungsinya melebarkan pembuluh darah.
  2. Sildenafil serta tadalafil, adalah obat yang fungsinya membuka pembuluh darah organ paru-paru supaya darah bisa mengalir secara lebih mudah.
  3. Penghambat kalsium dengan dosis tinggi, merupakan obat yang fungsinya melemaskan otot-otot pembuluh darah.
  4. Perangsang enzim yaitu guanylate siklase yang bisa larut, merupakan obat yang dapat berinteraksi baik dengan nitric oksida yaitu untuk membantu melemaskan serta mengurangi tekanan di pembuluh darah paru-paru.
  5. Penghambat reseptor endothelin, merupakan obat yang fungsinya menghambat terjadinya penyempitan akibat protein di dinding pembuluh darah.
  6. Antikoagulan, merupakan obat yang fungsinya menghambat terbentuknya gumpalan-gumpalan darah.
  7. Diuretik, merupakan obat yang fungsinya mengurangi cairan dalam tubuh serta membatasi penumpukan cairan dalam paru-paru.
  8. Digoxin, merupakan obat yang fungsinya membantu jantung memompa dalam jumlah lebih banyak darah serta mengendalikan denyut jantung.
  9. Oksigen murni bisakondisi  membantu penderita hipertensi pulmonal yang tinggal di dataran tinggi.
  10. Prosedur bedah terbuka organ jantung septostomi atrial fungsinya untuk meredakan tekanan di bagian kanan jantung.
  11. Perubahan gaya hidup.

Pencegahan
Perubahan gaya hidup, menghindari rokok, dan rutin melakukan pemeriksaan kesehatan dapat membantu mengurangi risiko hipertensi pulmonal.


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai