Rabu, 21 Juni 2017

Penyakit MERS Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit MERS Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Penyakit MERS Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit MERS Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai penyakit MERS? MERS adalah singkatan dari Middle East Respiratory Syndrome, yang mana merupakan penyakit menular yang menyerang saluran pernapasan yang disebabkan oleh virus yang bernama korona.
http://www.pusatmedik.org/2017/06/penyakit-mers-definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-dan-gelaja-penyakit-mers-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Penyakit MERS Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit MERS Menurut Ilmu Kedokteran
Asal virus ini belum diketahui secara pastinya dari mana, namun para pakar menduga bahwa virus korona ini asalnya dari unta yang ada di Arab Saudi, sebab virus ini dilaporkaan pertama kali di Arab Saudi pada September 2012. Berdasarkan penelitian, virus ini termasuk dalam virus jenis baru dari kelompok Corona virus (Novel Corona Virus) dan sangat mudah menyebar melalui udara. Selain itu, hingga kini belum ditemukan vaksin guna mencegah penyebaran penyakitnya. 

Penyakit MERS Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit MERS Menurut Ilmu Kedokteran


Definisi Penyakit MERS
MERS (Middle East Respiratory Syndrome) merupakan penyakit saluran pernafasan karena terinfeksi virus korona yang disebut Middle East Respiratory Syndrome Coronavirus (MERS-Cov). Virus baru ini diyakini berbeda dengan virus korona yang telah ditemukan sebelumnya yang menyebabkan penyakit SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome).

Penyebab Penyakit MERS

Penyakit virus pernafasan menular ini disebabkan karena terinfeksi virus korona yang membuat penderitanya mengalami pneumonia tidak biasa atau infeksi saluran pernafasan yang memicu inflamasi yang ada pada kantong-kantong udara di paru-parunya.

Gambaran klinik Penyakit MERS
  1. Kemungkinan penularan virusnya dapat melalui kontak langsung maupun tidak langsung. Secara langsung melalui percikan air liur maupun dahak saat penderita bersin dan batuk. Sedangkan, secara tidak langsung melalui kontak dengan benda yang telah terkontaminasi virusnya.
  2. Gejala terinfeksi penyakit MERS mirip dengan flu biasa, seperti; batuk-batuk dengan mengeluarkan lendir secara berlebihan dari hidung, nafas pendek, bedanya, penderita akan mengalami sesak nafas dan demam tinggi dengan suhu minimal 38 derajat celcius, serta menderita gangguan pencernaan seperti mual, muntah, dan diare.
  3. Bila penderita penyakit MERS sudah pada tahap akut atau parah dapat berpotensi menderita gagal organ, terutama gagal ginjal dan memicu reaksi pembengkakan seluruh organ tubuh. Jika sudah seperti itu dapat menyebabkan kematian.
  4. Beberapa faktor menurut para pakar yang diduga rentan terhadap resiko tertular penyakit MERS, yaitu:  para lansia, memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang menurun, pengidap HIV, memiliki penyakit kronis seperti diabetes, kanker, paru-paru, dan lain sebagainya, serta orang yang pernah ke Timur Tengah dan menghadapi atau memiliki kontak langsung dengan penderita MERS.

Diagnosis Penyakit MERS

Pemeriksaan kepada terduga yang telah terinfeksi penyakit MERS dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu;
  1. Pemeriksaan tes molekul: ini untuk mendiagnosis adanya infeksi aktif virus korona berdasarkan dari adanya gejala-gejala klinis dan kemungkinan yang terkait.
  2. Pemeriksaan tes serologi: ini untuk mendeteksi infeksi virus dan anti-body (protein yang diproduksi oleh sistem imun untuk mendeteksi, menyerang, dan membunuh virus, bakteri, maupun mikroba lainnya) terhadap virus pada diri seseorang yang diduga terinfeksi. Pendeteksian anti-body ini bertujuan untuk menunjukkan apakah orang tersebut dapat mengembangkan respon kekebalan tubuh dalam tubuhnya.

Penatalaksanaan Penyakit MERS

Untuk mengobati penyakit MERS hingga saat ini memang belum ditemukan metode pengobatannya secara khusus. Bahkan, vaksin untuk menanggulangi virusnya pun belum tersedia. Penanganan awal pada terduga infeksi penyakit MERS ini secara medis dilakukan berdasarkan gejala yang dialami oleh penderita serta dilihat dari kondisi kesehatannya. Perawatan medis yang dilakukan hanya bertujuan secara supportive meringankan gejala yang dialami oleh penderita.

Penanganan Penyakit MERS

•Perawatan secara intensif diperlukan oleh penderita dengan pemeriksaan secara menyeluruh di rumah sakit, terutama jika terjadi sesak napas.
•Penderita yang diduga terinfeksi penyakit MERS akan ditempatkan di ruang isolasi dengan tekanan negative disertai penggunaan kostum pengaman lengkap agar tidak menyebarkan virusnya ke mana-mana.
•Pengobatannya menggunakan anti-pyretic, supplemen oksigen, dan peralatan bantuan ventilasi.

Pencegahan
Metode pencegahan yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut;
  1. Rajin mencuci tangan dengan air dan sabun (selama 20 detik) sebelum makan atau sebelum menyentuh wajah.
  2. Membersihkan dan mensterilkan permukaan benda-benda yang sering disentuh oleh banyak orang sesering mungkin, misalnya; pegangan pintu, telepon dan lainnya.
  3. Menutup hidung dan mulut ketika bersin atau batuk dengan tisu, lalu langsung membuang tisu kotornya tersebut ke tempat sampah.
  4. Jangan menggunakan peralatan yang telah digunakan pasien, seperti misalnya piring, sendok, ataupun handuk.
  5. Memperkuat imunitas tubuh dengan rajin berolahraga dan menjaga pola hidup sehat.
  6. Hindari menyentuh bagian wajah seperti mata, hidung, dan mulut dengan tangan kotor.
  7. Gunakan masker dan menjaga sanitasi tubuh dan juga lingkungan.
  8. Hindari kontak secara langsung dengan orang yang sedang sakit.
  9. Bagi anak-anak yang memiliki sistem kekebalan tubuh yang sedang melemah harus memakai masker sepanjang waktu guna menghindari menyebarnya cairan tubuh seperti air liur.
  10. Periksakanlah suhu badan secara teratur dan jaga baik-baik kondisi kesehatan.
  11. Menjaga sirkulasi udara di kamar.
  12. Mematuhi praktek–praktek pengamanan makanan seperti menghindari mengkonsumsi daging yang mentah atau tidak dimasak, mengkonsumsi makanan dengan kondisi sanitasi yang baik, serta mencuci buah dan sayuran dengan benar sebelum dimakan.
  13. Menghindari kontak secara langsung yang tidak perlu dengan hewan–hewan yang diternakkan, hewan peliharaan, dan juga hewan liar.

Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Penyakit MERS Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit MERS Menurut Ilmu Kedokteran. Semoga informasi ini dapat  bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca semuanya.

Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai