Minggu, 29 April 2018

Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Disfungsi Seksual Menurut Ilmu Kedokteran

Pusatmedik.org - Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Disfungsi Seksual Menurut Ilmu Kedokteran – Sudah tahukah anda mengenai penyakit disfungsi seksual? Disfungsi seksual merupakan suatu kondisi di mana mulai melemahnya fungsi seksual dalam tubuh seseorang. Kondisi ini dapat terjadi pada pria maupun wanita yang masih muda, maupun yang sudah lanjut usia karena semakin berkurangnya kondisi fisik dan mental. Disfungsi seksual yang terjadi pada pria dapat berupa;
https://www.pusatmedik.org/2018/04/definisi-penyebab-dan-pengobatan-serta-tanda-gejala-penyakit-disfungsi-seksual-menurut-ilmu-kedokteran.html
Google Image: Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Disfungsi Seksual Menurut Ilmu Kedokteran
•Hiposeksualitas (berkurangnya hasrat seksual)
•Impotensia (berkurangnya kemampuan ereksi atau bahkan tidak mampu ereksi sama sekali)
•Ejakulasi dini (ejakulasi yang terjadi sesaat setelah penentrasi, bahkan sebelum penetrasi)
•Anorgasmia (tidak dapat orgasme). 
Sedangkan pada wanita, disfungsi seksual dapat berupa;
•Hiposeksualitas
•Frigiditas (tidak bergairah sama sekali terhadap seks) 
•Fobio seksualis (takut dan muak pada hubungan seks)
•Vaginismus
•Disparuenia (nyeri saat berhubungan) 
•Anorgasmia

Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Disfungsi Seksual Menurut Ilmu Kedokteran


Bila mengalami disfungsi seksual secara terus-menerus akan berpengaruh secara signifikan dalam kehidupan seksual seseorang, sehingga bisa menyebabkan tekanan dan kecemasan yang tinggi bagi penderitanya. Oleh sebab itu, penyakit ini perlu segera ditanggani untuk disembuhkan. Untuk mengetahui informasi yang lebih lengkap mengenai penyakit diisfungsi seksual ini, silahkan disimak uraian di bawah ini.

Definisi Disfungsi Seksual
Disfungsi seksual adalah suatu gangguan yang dapat menghalangi seseorang baik itu pria maupun wanita untuk memiliki hasrat seksual atau untuk mendapat kepuasan dalam kegiatan seksual.

Penyebab Disfungsi Seksual
Adapun penyebab disfungsi seksual dapat terjadi karena beberapa faktor, diantaranya: 
  1. Memiliki Kondisi fisik atau medis yang mengganggu fungsi seksual
    misalnya seperti penyakit diabetes, gangguan saraf, penyakit jantung dan vaskuler, serta penyakit kronis lainnya. Selain itu, bisa juga dikarenakan efek samping dari penyalahgunaan obat-obatan tertentu yang dapat mengganggu hasrat dan fungsi seksual.
  2. Faktor kondisi hormonal
    seperti adanya penurunan kadar hormon testosteron pada pria sehingga berpengaruh mengurangi hasrat melakukan kegiatan seksual dan penurunan kadar hormon estrogen pada wanita, terutama setelah mencapai masa menopause.
  3. Faktor psikologi
    seperti misalnya stress, depresi, kecemasan berlebihan, memiliki efek trauma masa lalu, serta memiliki masalah dalam hubungan dengan pasangan juga dapat menyebabkan disfungsi seksual.


Gambaran klinik Disfungsi Seksual
  • Gambaran-gambaran klinis dari disfungsi seksual ditunjukkan berdasarkan jenis gangguan yang diderita. Pada pria dan wanita memiliki gejala yang berbeda. 
  • Gejala disfungsi seksual pada wanita
    yaitu ditandai dengan hilangnya hasrat atau keinginan untuk berhubungan seksual atau memilki hasrat seksual yang rendah, mengalami gangguan rangsangan seksual, gangguan nyeri seksual seperti misalnya vaginismus, pelumas yang tidak memadai, serta otot vagina yang kaku, dan mengalami gangguan orgasme atau kesulitan dalam mencapai orgasme meski stimulasi telah dilakukan secara terus-menerus.
  • Gejala disfungsi seksual pada pria
    yaitu ditandai dengan tidak mampu untuk melakukan ereksi atau mempertahankan ereksi yang dibutuhkan selama berhubungan seksual yang dikenal dengan istilah impotensi, menurunnya libido atau hasrat berhubungan seksual, dan mengalami gangguan ejakulasi baik itu ejakulasi yang lambat, ejakualsi dini, maupun ejakulasi berbalik (ejakulasi yang terjadi kembali ke kandung kemih, bukan pada ujung penis).


Diagnosis Disfungsi Seksual
- Adapun diagnosis disfungsi seksual dimulai dengan menanyakan kepada penderita gejala yang dialaminya secara menyeluruh, lalu kemudian melakukan pemeriksaan fisik. 
- Untuk menguatkan diagnosis, dokter akan melakukan beberapa tes, seperti berikut ini;
  • Tes darah:
    untuk memeriksa kadar hormon dan faktor risiko yang lainnya, seperti adanya diabetes maupun kolesterol.
  • Tes monitoring:
    untuk memonitor ereksi pada saat tidur di malam hari yang bertujuan guna menentukan apakah gangguan ereksi yang dialami akibat adanya faktor fisik ataukah faktor psikologis.
  • Tes pengujian sensori:
    untuk memeriksa kekuatan dari impuls saraf pada bagian tubuh tertentu.
  • Tes vaskuler pada pria:
    untuk memeriksa aliran darah ke penis.

- Guna mendapatkan pengobatan yang paling tepat terhadap penderita disfungsi sseksual, dokter juga dapat merujuk pasien ke dokter lain, seperti dokter spesialis urologi, neurologi, endokrinologi, bahkan kepada terapis seksual dan terapis lainnya.

Penatalaksanaan Disfungsi Seksual
- Pengobatan disfungsi seksual memiliki tujuan untuk mengatasi masalah utama penyebab adanya gangguan disfungsi seksual. 
- Pengobatan yang dapat dilakukan, meliputi; 

• Pengobatan medis
Dokter biasanya akan memberikan obat yang memiliki efek seksual tertentu. Sebagai contoh;
  • Obat flibanserin untuk wanita pra-menopause yang memiliki hasrat seksual rendah.
  • Obat sildenafil, tadalafil, atau vardenafil untuk meningkatkan fungsi seksual pria dengan cara meningkatkan aliran darah menuju penis. 
  • Obat promescent yang mengandung lidocaine untuk mengatasi masalah ejakulasi dini.

•Pengobatan yang berkaitan dengan masalah hormon dapat berupa;
  • Terapi estrogen untuk wanita dengan kadar estrogen rendah yang dapat diberikan dalam bentuk cincin vagina, tablet ataupun krim guna membantu elastisitas vagina dengan meningkatkan aliran darah dan pelumas yang ada pada vagina. 
  • Terapi pengganti testosteron atau pemberian suplemen hormon untuk meningkatkan kadar testosteron rendah pada pria.

• Terapi psikologi
  • Terapi ini dilakukan oleh konselor terlatih yang bertujuan untuk membantu seseorang mengatasi berdampak pada fungsi seksual dengan memberikan pemahaman tentang seks pada penderita agar kecemasan, kekhawatiran, maupun kegelisahan tentang kemampuan seksualnya dapat teratasi.
  • Supaya dapat meningkatkan kehidupan seksual, anda harus meningkatan kepercayaan diri dan menemukan cara agar bisa nyaman dengan aktivitas seksual yang anda lakukan. Menerapkan pola hidup sehat, seperti berolahraga dapat meningkatkan kebugaran dan suasana hati, sehingga bisa membantu dalam mengatasi disfungsi seksual.


Itulah sedikit informasi yang bisa kami sampaikan mengenai Definisi Penyebab Dan Pengobatan Serta Tanda Gejala Penyakit Disfungsi Seksual Menurut Ilmu Kedokteran. Semoga dapat  bermanfaat dan menambah wawasan bagi para pembaca.

Baca Juga:


Blogger
Disqus
Pilih Sistem Komentar Yang Anda Sukai